Skin Prick Test (Tes Tusuk Kulit)

143102_bersin8Risih ya kalau pilek tidak kunjung sembuh, apalagi ini sudah lebih dari berbulan-bulan. Awalnya saya mengira itu hanya pilek biasa, bersin-bersin, ingus meler, mata merah, tenggorokan ga enak,  suara sengau, dsb. Biasanya sih kalau minum obat pilek juga sembuh, tapi beberapa hari kemudian setelah meminum obat, pilek saya datang kembali. Risih sekali sebenernya, tiap dateng ke sekolah nyebar virus melulu dikelas. Sampe temen-temen bilang, “kamu sering banget kena pilek,” saya pikir selain memang daya tahan tubuh saya kurang baik, apa karena golongan darah saya B? Yang katanya rentan terhadap flu.

Bulan ke bulan berlalu, saya mencoba peduli terhadap kesehatan saya. Pergilah saya ke salah satu apotek yang berada di Kuningan, saya mengungkapkan keluhan yang saya alami, seperti sering pilek, ingus meler, bersin-bersin hanya dipagi hari, mata gatal dan merah, kepada salah satu penjaga apotek disana. Lalu dia mengatakan bahwa itu adalah alergi dan memberi saya obat cetirizine, itu cocok untuk alergi, katanya. Akhirnya saya mengikuti anjuran itu, dan ternyata cetirizine dapat meredakan gejala alergi saya dipagi hari. Tetapi suatu hari saya berpikir, jika saya terus menerus meminum obat itu, apakah tidak akan ada efek samping serius yang akan saya alami? Saya pernah membaca bahwa obat itu tidak ada efek sampingnya, tetapi saya takut. Dan akhirnya saya stop meminum obat cetirizine. Setelah stop beberapa hari memang tidak ada masalah, namun ketika beberapa minggu kemudian alergi saya semakin parah, sampe hidung saya sakit sekali, ingus ngalir deras, mata merah dan gatal. Saya mengeluh dan menyerah waktu itu, kenapa alergi saya semakin hari semakin parah? Akhirnya saya memutuskan untuk check up ke Dokter THT. Sampai sekarang saya telah check up ke dokter itu sebanyak empat kali.

Check Up Pertama

Check up pertama ini saya menjelaskan keluhan-keluhan yang saya alami. Berdasarkan keluhan yang saya alami, dokter mengatakan bahwa saya terkena Rhinitis. Apa sih rhinitis? Di otak saya waktu itu rhinitis itu setara dengan penyakit kronis serius hahaha. Karena sebelumnya saya pernah check up ke dokter umum dua kali, dokter umum pertama mengatakan bahwa ini alergi, saya harus beristirahat dan berolahraga secukupnya, saya ikuti anjuran beliau namun gejala masih tetap ada. Dokter umum kedua mengatakan bahwa saya terkena sinusitis, seserius itukah? Karena ibu saya juga terkena sinusitis dimana harus segera di operasi namun ibu saya menolak karena tidak mau dan takut. Akhirnya saya berobat ke Dokter THT ini, barulah saya percaya setelah beliau menjelaskan bahwa Rhinitis itu sama saja dengan alergi, dimana Rhinitis ini dibagi dua dan bla bla bla. Dokter memberi obat anti alergi dan ada lagi tambahan obat semprot untuk hidung. Dokter menganjurkan datang kembali jika gejala masih tetap ada.

IMG20150829124415

Obat semprot untuk hidung

Sebelumnya ini penjelasan tentang Rhinitis.

Rhinitis adalah peradangan dan iritasi yang terjadi di membran mukosa di dalam hidung. Secara garis besar rhinitis dibagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi.

Rhinitis alergi atau yang disebut juga hay fever disebabkan oleh alergi terhadap unsur seperti debu, kelupasan kulit hewan tertentu, dan serbuk sari. Sedangkan rhinitis nonalergi tidak disebabkan oleh alergi tapi kondisi seperti infeksi virus dan bakteri.

Rhinitis memiliki gejala yang mirip seperti pilek dan biasanya akan muncul sesaat setelah terpapar alergen. Gejala rhinitis yang biasanya muncul adalah:

  • Bersin-bersin.
  • Hidung tersumbat atau berair.
  • Berkurangnya sensitifitas indera penciuman.
  • Rasa tidak nyaman atau iritasi ringan di dalam dan area sekitar hidung.

Jika gejala yang dialami disebabkan oleh rhinitis nonalergi misalnya akibat infeksi virus, biasanya Anda akan mengalami gejala tambahan, seperti nyeri, sakit otot, dan batuk. Pada rhinitis nonalergi, kerak bisa tumbuh di dalam hidung dan mengeluarkan bau busuk. Jika Anda ingin menyingkirkannya bisa menyebabkan pendarahan. Rhinitis yang disebabkan oleh alergi bisa menyebabkan rasa gatal-gatal.

Beberapa orang mengalami gejala rhinitis yang parah dan berkelanjutan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari akibat tidurnya yang terganggu di malam hari. Namun, kebanyakan penderita rhinitis hanya mengalami gejala ringan yang mudah diobati secara efektif.

Peradangan membran mukosa yang diakibatkan oleh bakteri, alergen (penyebab alergi), dan virus menyebabkan gejala-gejala rhinitis.

Beberapa penyebab rhinitis alergi adalah kelupasan kulit mati atau rambut hewan, bahan kimia di tempat kerja, tungau debu rumah, serta serbuk sari dan spora. Sedangkan penyebab rhinitis nonalergi adalah faktor lingkungan, kerusakan jaringan di dalam hidung, penggunaan dekongestan hidung berlebih, dan infeksi.

Ada beberapa cara untuk mendiagnosis rhinitis alergi, di antaranya dengan mengetahui gejala serta riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Selain itu, ada dua tes alergi utama yang dapat membantu diagnosis rhinitis, yaitu tes darah dan tes tusuk kulit.

Jika ternyata bukan karena alergi, tes medis lain seperti endoskopi pada rongga hidung dan CT-scan bisa dilakukan untuk memeriksa rongga hidung.

Anda bisa melakukan perawatan rhinitis di rumah jika gejala yang dialami tidak terlalu parah dengan obat-obatan yang dijual secara bebas, seperti dekongestan dan antihistamin. Antihistamin memiliki efek yang bertahan lama untuk meredakan gejala, seperti hidung tersumbat atau berair dan bersin-bersin. Namun jika gejala rhinitis lebih parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, periksakan diri ke dokter.

Selain dengan obat-obatan, Anda juga bisa membersihkan saluran hidung untuk membantu menjaga agar hidung bebas dari penyebab iritasi. Imunoterapi juga bisa dilakukan untuk mengatasi rhinitis alergi dan biasanya dilakukan jika gejala yang dialami sudah parah. Namun, terapi ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis yang terlatih.

Rhinitis memiliki risiko memunculkan komplikasi, tapi hal ini jarang terjadi. Berikut ini adalah komplikasi rhinitis yang mungkin terjadi.

  • Sinusitis. Infeksi terjadi karena ingus tidak bisa mengalir dari sinus akibat pembengkakan dan peradangan rongga hidung.
  • Infeksi telinga bagian tengah.  Bagian telinga yang terletak di belakang gendang telinga bisa terkena infeksi akibat rhinitis.
  • Polip hidung. Jaringan yang tumbuh di dalam lubang rongga hidung dan sinus akibat inflamasi pada lapisan dinding rongga hidung.

Operasi mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah yang parah dan telah berlangsung lama, namun jika belum terlalu parah, masalah tersebut bisa diatasi dengan obat-obatan.

Pencegahan rhinitis dapat dilakukan dengan menghindari pemicu yang dapat menyebabkan timbulnya gejala rhinitis, seperti menghindari lingkungan yang berpolusi atau terpapar asap rokok.

Selain itu, Anda juga sebaiknya menghindari alergen yang umum, seperti serbuk sari, tungau debu rumah, spora kapang, serta kelupasan kulit mati, kotoran dan urine kering hewan peliharaan.

Untuk rhinitis yang tidak disebabkan oleh alergi, segera obati penyebab dasar agar tidak berkelanjutan. Misalnya mengonsumsi antibiotik untuk rhinitis akibat infeksi bakteri.

source: http://www.alodokter.com/rhinitis

Check Up Kedua

Gejala masih tetap ada, tidak ada perubahan, tiap pagi tetap dianggap sebagai bumerang bagi saya, dimana penderitaan bersin berkali-kali, mata gatal dan merah masih datang menghantui. Pergilah ke Dokter THT untuk kedua kalinya. Lalu dokter memberi obat, sepertinya dosisnya ditambah, dan ada tambahan obat semprot satu lagi. Dokter menyarankan saya tes alergi untuk check up selanjutnya dan stop dulu minum obat 5 hari sebelum melakukan tes alergi.

IMG20150829124345

Obat semprot untuk hidung

Check Up Ketiga

Gejala sudah mulai berkurang, jika dibandingkan ini tidak separah seperti sebelum saya check up. Namun, karena saya ingin melakukan tes alergi maka dari itu saya stop obat selama 5 hari, dan ketika saya stop obat gejalanya mulai datang kembali namun saya tahan. Setelah lima hari kemudian, saya pergi lagi ke Dokter untuk melakukan tes alergi.

Kurang lebih rangkaian tesnya seperti ini:

artikel-29_alergi-bisa-menyebabkan-kematian-2         skin-allergy-test

  1. Tangan saya disterilkan terlebih dahulu oleh alkohol.
  2. Setelah kering, dokter mulai membuat garis seperti yang terlihat pada gambar dan memberi nomor sesuai pencetus alerginya.
  3. Lalu kulit ditusuk menggunakan jarum (2 mm) dan ditetesi alergen.
  4. Tunggu sampai 15-30 menit.
  5. Hasilnya, jika tampak merah, bentol dan gatal positif terkena alergi tersebut.

Dari serangkaian tes, untungnya saya hanya terkena alergi debu saja. Ketika tes yang saya lakukan, jari saya memakai alat pengontrol denyut nadi, sempat deg-degan dan denyut nadi saya sampai 105, perawat disana sempat menertawakan saya karena gugup. Jujur saya sedikit gugup karena ini pertama kali bagi saya, dan saya pikir ketika ditusuk jarum akan terasa sakit, ternyata tidak. Untuk tes alergi ini memakan biaya 500ribu kalau didaerah saya. Setelah tes alergi, dokter mengatakan untuk kembali check up lagi.

Check Up Keempat

Setelah check up berkali-kali alhamdulillah gejala alergi saya tidak parah lagi, malah bersin-bersin juga hilang walaupun dalam keadaan dingin (pagi hari). Tapi saya pernah mencoba untuk lepas obat dalam beberapa hari ternyata tidak ada bersin-bersin lagi, namun lebih dari seminggu tanpa obat bersin-bersin itu ada lagi, tetapi tidak separah sebelumnya. Memang, alergi itu tidak bisa disembuhkan karena faktor gen, alergi hanya bisa dikurangi gejalanya dengan cara meminum obat. Karena obat semprot yang pertama habis dan yang kedua sedikit lagi, saya kembali lagi ke dokter. Lalu dokter memberi resep  obat semprot baru.

IMG20150829134212

Obat semprot untuk hidung

Advertisements

About titasyiamiq

20 y.o. weirdo girl😰
This entry was posted in Tentang Cerita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s