Saya dan Shuttle Cock

            Ini bukan cerita tentang mahabrata atau kerajaan, karena sayapun tidak tahu bagaimana ceritanya. Ini hanya sekedar cerita yang tidak penting dalam hidup saya..

            Berawal dari masa kecil.. peribahasa yang mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya itu memang benar adanya, mengapa? Karena saya merasakannya sendiri. Ketika itu, jemari saya masih mungil, untuk memegangnyapun terasa susah, berat pula. Sesekali saya kena marah oleh ayah dan kakak saya karena saya yang keras kepala tidak ingin melepaskannya. Saya merasa menjadi seperti parasit pada saat itu. Dengan berat hati, saya hanya bisa melihat ayah dan kakak saya bermain dari kejauhan disore hari yang tidak cerah menurut saya. Mata, kepala, dan otak saya berpadu saling berkontribusi untuk fokus pada suatu benda yang dipukul kesana kemari dengan bergantian oleh ayah dan kakak saya. Saya tidak merasa kasihan pada benda itu, malah saya menikmatinya. Melihat ayah dan kakak saya yang sudah mahir, saya berusaha mencuri kesempatan disela mereka istirahat, saya ambil dengan kelima jemari saya sebelah kanan, lalu saya lemparkan bolanya dengan tangan kiri saya. Ternyata.. bola itu tidak berhasil saya pukul. Lalu saya mencoba berulang kali tetap tidak bisa, sesekali benda yang ada ditangan kanan saya jatuh. Melihat hal itu, ayah dan kakak saya menegur untuk tidak bermain lagi dengan benda itu.

            Keesokan harinya.. ayah dan kakak saya kembali bermain seperti biasa. Namun, kali ini mereka membawa sebuah benda tiruan dan piring. Lalu, diberikannya benda itu kepada saya. Meski berat hati, sayapun menerimanya dan bermain sendiri dengan benda pemberian mereka. Ah! Tidak. Sebenarnya saya memanggil ibu untuk bermain berdua bersama saya. Kami bermain, saya menikmatinya, namun nampaknya ibu saya tidak -_-

            Hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, saya tumbuh seperti anak-anak lainnya. Dari waktu ke waktu itu, hampir setiap hari saya bermain dengan ayah atau kakak saya, sesekali dengan ibu ketika beliau tidak sedang sibuk didapur. Saya sudah merasa cukup mahir. Namun, seiring dengan kesukaan saya pada olahraga satu ini, saya tidak pernah bermain di lapang yang sesungguhnya, netpun tidak pakai.

       Masuk ke masa sekolah menengah pertama, sayang ekstrakulikulernya tidak ada yang berhasil menarik minat saya. Harapan sih ada olahraga yang saya sangat sukai itu. Namun nyatanya tidak. Masuk ke masa sekolah menengah ataspun sama, kakak kelas bilang ada ekstrakulikulernya, peminat memang ada, namun sayangnya fasilitas tidak mendukung. Itulah yang menjadi masalah utamanya. Akhirnya, anggap saja itu tidak ada.

            Dan.. ketika memasuki masa kuliah, ini bagaikan surga tertunda bagi saya. Disinilah saya menemukan fasilitas penunjang untuk melampiaskan potensi tertunda saya setelah beberapa tahun silam. Akhirnya.. saya dapat benar-benar melihat net yang tingginya hampir sama dengan saya dengan nyata, saya dapat melihat bola.. atau dalam olahraga ini sering disebut sebagai shuttle cock dimana-mana, saya dapat memegang raket dan memukul cock dengan bisa memperkirakannya dengan tinggi net, dan saya dapat menemukan diri saya yang baru disini.

            Yap! UBTU.. Unit Bulu Tangkis Unpad, yang berhasil menarik minat saya. Hari terakhir penerimaan mahasiswa baru ketika Student Day, UKM pertama yang saya cari adalah UBTU ini. Kerinduan memegang raket dan keinginan bermain di lapang bulu tangkis tercapai sudah, tinggal setiap seminggu dua kali saja temu kangen dengan mereka ini hahaha

            Kesannya masuk UBTU ini, beda. Beda dalam arti, disini saya tidak hanya ingin mengasah potensi saya dalam olahraga bulu tangkis, melainkan mencari keluarga baru di Unpad. Ceritanya, ini ketika Makrab atau sering disebut Malam Keakraban. Ketika itu saya menghadiri makrab itu bersama teman-teman saya, namun kami datang telat pada saat itu. Acara inti dari makrab itu adalah jalan-jalan malam mengelilingi Unpad dengan mendatangi tiap-tiap pos. Disana kami diberi nasihat-nasihat, tidak ada marah-marah atau bentakan sama sekali. Beda sekali pokoknyaaa~

            Oh iya, baru-baru ini UBTU mengadakan sparing nih bareng Telkom University. Saya ikut dong tentunya. Yah.. walaupun saya tidak menyumbang skor kemenangan untuk UBTU, namun saya senang sudah bisa mendapatkan kesempatan bermain. Banyak foto yang sudah diabadikan pada moment itu tapi yang saya punya hanya dua gambar ini 😀

            Gambar pertama itu adalah anggota-anggota UBTU, tapi itu hanya sebagian, aslinya buanyaaaaaaaaaak sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ^^

            Gambar kedua itu diambil ketika UBTU vs Telkom University selesai sparing. Alhamdulillah UBTU memenangkan pertandingan persahabatan ini, serulah pokoknya pulang-pulang sampe kosan jam 22.00 malam. Sebenernya, bakalan ada lagi sparing berikutnya nih ke PNJ (Politeknik Negeri Jakarta) tanggal 29 November nanti. But, kayanya ga ikut dulu deh soalnya bentrok sama kegiatan lain. Ah~ andaikan biaya transportasinya ga mahal sama ga bentrok, bakal ikut lagi dah ^^

Kata-kata sok bijak dari saya:

“Temukan dirimu melalui hal yang kamu suka, karena pada saat itulah kamu menjadi dirimu yang sebenarnya. Jangan biarkan orang lain mendiktemu, karena pada saat itulah dirimu akan hilang.”

Advertisements

About titasyiamiq

20 y.o. weirdo girl😰
This entry was posted in Tentang Cerita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s